Citizen Journalism

     Jurnalis online membawa perubahan penting di dalam dunia jurnalistik tidak hanya di sisi bentuk media dan juga sajiannya tapi juga praktisinya alias wartawannya. Berkat jurnalis online setiap orang bisa jadi wartawan yang kita dikenal dengan konsep citizen jurnalism.
     Citizen jurnalism bisa di definisikan sebagai praktek jurnalistik yang di lakukan orang biasa orang biasa dalam hal ini bukan wartawan professional yang kerja di media, layaknya jurnalis profesional. Kehadiran blog dan juga media sosial menjadikan setiap orang bisa menjadi wartawan dalam pengertian juruwarta atau menyebarkan informasi sendiri kepada publik, dalam hal ini kehadiran blog dan media sosial berperan penting karena bisa membuat orang biasa yang bukan wartawan menjadi jurnalism.

     Media Citizen Jurnalism memiliki beberapa tipe yaitu:
*Audiens partisipasi, seperti foto atau video yang diambil kemudian ditulis oleh komunitas: 
-Independen News
-Situs berita yang murni di buat dan di publikasikan sendiri oleh warga
-Situs media kolaborasi
-Media tipis seperti news latter atau email
-Personal brodcasting side seperti personal atau situs pribadi.

       Momentum kekuatan Citizen Jurnalism yaitu saat dunia di gegerkan dengan berita serangan menara kembar di WTC di New York yang dikenal dengan tragedi Nine Eleven pada tanggal 11 september 2021 saat menara kembar dibom, penyebaran berita dimulai dari gambar amatir dari warga yang pada saat itu ada di lokasi. Sedangkan di Indonesia, kita kenal dengan Tsunami di Aceh Tahun 2004 yang langsung direkam oleh korban yang pada saat itu mengalakan berita yang di buat Jurnalis Nasional. Rekaman dari wanita yang bernama  Cut Putri menjadi sejara Citizen Jurnalism Indonesia, Hal ini membuat warga menyadari bahwa warga biasa punya peran penting dalam menyebarkan berita atau informasi penting.

     Menurut Mark Gleser, orang tanpa pelatihan jurnalism profesional bisa menggunakan alat-alat teknologi modern dan distrubusi global dalam internet untuk menyebarkan informasi dan mengoreksi diberita online.Kemajuan teknologi saat ini merupakan gerakan jurnalis warga yang menemukan kehidupan pribadi masyrakat biasa yang bukan wartawan bisa mendistribusikan secara individu. Saat ini setiap individu bisa komunikasikan dengan individu lain atau jutaan individu di seluruh dunia ini. 
      Citizen jurnalism ini telah melahirkan sejumlah media Indi yaitu media alternatif yang bersedia memfasilitasi masyrakat untuk bisa mempublikasikan informasi yang mereka miliki.Jadi jurnalistik oleh rakyat terus berkembang berkat fasilitas media sosial yang bermunculan. Citizen jurnalism ini telah memunculkan apa yang telah diistilahkan oleh bloger Jeffris sebagai haiper local jurnalism Yaitu situs berita online yang mengundang kontributor dari warga lokal untuk melaporkan topik yang cenderung diabaikan oleh media konvensional atau media masa menstream. Media ini tidak memerlukan git kipper atau biasa disebut editor.
     Citizen jurnalism ini mengubah peran publik yang selama ini menjadi objek berita atau audince ini menjadi sangat aktif layaknya wartawan profesional. Citizen jurnalism memliki tantangan yaitu akurasi kridibilitas dan juga ketaatan pada kode etik jurnalistik. Karena merasa bukan wartawan seorang bloger misalnya bisa seenaknya membuat dan menyebarkan tulisan di blognya karena tidak ada jaminan bloger menguasai teknik dan juga kode etik dalam penulisan berita. Warga biasa yang menulis berita di dalam blog tidak merasa harus menaati kode etik, kode etik pemberitaan, kode etik jurnalistik dan juga standar prosedur sehingga menurunkan kredibiliras berita yang disampaikan. 
     Disisi Citizen  Jurnalism ini adalah kelemahan utama jurnalistik online yaitu aspek kredibilitas ditambahkan dengan akurasi terutama pada penulisan kata, karna terburu-buru wartawan online kemungkinan cerobo dalam penulisan ejaan sehingga sering terjadi dalam penulisan kata.  Dalam segi bahasa citizen jurnalism tidak terikat dengan kaida bahasa soal kata baku dan tidak baku, karena laziman citizem jurnalism seperti blogger menggunakan bahasa tutur yang slang alias seenaknya sendiri 

Postingan populer dari blog ini

pembelajaran pada masa pandemi covid-19

Jurnalistik Online

Skill jurnalisme