pembelajaran pada masa pandemi covid-19

Opini :  Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19
Nama : Alfridus Jhuliano
Nim : 052170042

Yang kita tau bahwa sekarang ini negara kita dilanda virus mematikan atau virus berbahaya yaitu virus Covid-19 (corona). Pandemi Covid-19 membawa dampak  pada berbagai macam sektor, terkususnya yaitu pada dunia pendidikan yang terkena dampaknya. Dunia pendidikan merupakan salah satu institusi yang kena dampak pendidikan, salah satu mata rantai penularan pamdemi Covid-19 ini adalah kerumunan massa. Sehingga pelaksanaan belajar mengajar melalui tatap muka di tiadakan untuk sementara waktu guna memustuskan rantai penyebar virus Covid-19, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan semestinya meskipun peserta didik berada di rumah masing-masing. Solusi yang di ambil dalam memecahakan masalah ini sekolah-sekolah terpaksa mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Sesuai dengan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
Sistem pembelajaran yang dilakukan melalui perangkat personal computer (PC) atau leptob dan juga handpone. Pendidikan dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), aplikasi zoom ataupun media lainnya yang berhubungan dengan belajar mengajar via online. Dengan demikian , pendidikan dapat memastikan peserta didik mengikuti pembelajaran dalam waktu bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda-beda dengan jarak yang berjauhan. Para guru dapat memberikan materi pembelajaran ataupun tugas untuk di kerjakan oleh para murid.Kondisi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan perubahan yang luar biasa, termasuk bidang pendidikan. Seolah seluruh jenjang pendidikan dipaksa bertransformasi untuk beradaptasi secara tiba-tiba drastis untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online). Hal ini bukanlah hal yang muda dan belum sepenuhnya bisa di terima baik dari guru maupun anak murud, berbagai aplikasi media pembelajarn pun sudah tersediah untuk digunakan dalam hal pelajar mengajar.
 Kondisi ini tidak hanya berdampak pada siswa SD, SMP, dan SMA saja tetapi juga berdampak pada Perguruan Tinggi. Mahasiswa, khususnya yang merantau, akan mengalami kondisi kerentanan baik secara sosial maupun ekonomi. Kebijakan pembelajaran sistem daring yang kini diterapkan sebenarnya membuka peluang mahasiswa belajar dari manapun, salah satunya dari rumah masing-masing. Pembelajaran daring yang belum dipastikan batas waktu ditentukan bisa menjadi kesempatan mahasiswa perantauan untuk pulang kampung halaman mereka masing-masing dalam waktu yang cukup panjang ada juga sebagaian mahasiswa yang harus tetap bertahan untuk tinggal di daerah perantauan tempat mereka menuntuntut ilmu dikarenakan berbagai macam alasan yang di alami. Alasan pertama, pembatasan di daerah asal mereka, kebijakan tiap-tiap daerah untuk melakukan  lockdown lokal menjadi hambatan bagi mahasiswa. Apalagi bagi mereka yang kuliah di derah zona merah Covid-19, peraturan ketat akan diterapkan bagi warganya yang datang dari zona merah tersebut. Ada hal lain juga yang membuat para mahasiswa perantauan tetap bertahan di tanah rantau dikarenakan mereka tidak mau mengambil resiko bila ketinggalan mata kuliah karena berpikir kembali bahwa di plosok-plosok kampung ada sebagaian daerah dengan keterbatasan jaringan internet sehingga mereka berpikir ulang untuk kembali ke kampug halaman dan tetap berada di perantauan. 
Pembelajaran online ini ada kalanya tidak semulus yang dibayangkan karena mengingat banyak peserta didik yang tidak menginginkan pembelajaran online di karenakan para peserta didik menganggap bahwa dengan adanya pembelajar online ini para peserta didik mengalami banyak kesulitan belajar mulai dari tingkat konsentrasi, dan tidak sepenuhnya menguasai materi, ketergantungan jaringan internet yang ada untuk mengikuti pembelajar online dan begitupula dengan kuota internet yang tidak mencukupi dan keharusan peserta didik yang harus memiliki handpone utuk bisa mengikuti pembelajaran online, sehingga memungkinkan para orang tua harus siap dan mau tidak mau harus membelikan anak-anak mereka handpone. Berbagai macam hal dilakukan agar pembelajaran online ini bisa sempurna dan semulus tetapi masi ada kekurangan dalam hal ini dan belum dikatakan sempurna. 
Hal ini perlu adanya kesadaran bagi pemerintah atau para tenaga pendidik untuk menindak lanjuti hal ini mulai dari kuota internet yang di berikan pemerintah tapi belum sepenuhnya atau seluruh peserta didik mendapatkan atau menggunakan, ada juga para pesrta didik yang memiliki kuota internet tapi tidak memiliki handpone, sehingga para orang tua harus dibebani dan secara tidak langsung orang tua dipaksa harus selalu siap agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran online dan tidak tertinggal pelajaran online. Sehingga perlunya pemerintah memasang jaringan wifi di setiap kantor lurah agar para peserta didik bisa menggunakan jaringan wifi guna untuk alternative pembelajaran online dan di adakan kelompok-kelompok kecil agar yang tidak memiliki hadpone bisa bergabung bersama para peserta didik yang tidak memiliki handpone. Sedangkan di kampug-kampung yang memiliki keterbatasan internet atau susah sinyal sebaiknya para tenaga pendidikan bisa mengadakan pembelajaran langsung dengan jumlah peserta didik yang di  batasi atau dibagi perkelompok sehingga para peserta didik tidak ketinggalan pembelajaran. Dan perlunya kedisimpilanan dalam melakukan pembelajaran online dikarenakan masi banyak para peserta didik yang tidak serius dalam mengikuti pembelajaran online dan perlu adanya pengawasan dari orang tua peserta didik untuk turut ikut serta melihat keseriusan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran online ada pula orang tua peserta didik yang sebagian tidak menguasai teknologi, hal ini menyebabkan orang tua sulit untuk mendampingi dan memfasilitasianak. Hal lain yang dialamai dalam pembelajaran online ini juga para peserta didik mengalami kejenuhan dan kebosanan belajar secara online sehingga tidak sepenuhnya menyerap materi dengan baik dan menjawab soal dengan asal-asalan. Kepada mahasiswa juga
Diharapkan ada kedepannya ada model daring yang lebih baik lagi untuk menunjung pembelajaran agar lebih efektif dan efisien yang mampu diterima oleh para peserta didik secara baik, pembelajaran daring bisa dijadikan solusi yang baik untuk menunjang kemajuan belajar di rumah dalam kondisi pandemic Covid-19 .  Dan seharusnya guru-guru menjelaskan materi intinya saja  dan tidak membuat bosan dan jenuh bagi peserta didik dan memberikan tugas secukupnya agar para peserta didik tidak terlalu terbebani karena banyak materi dan tugas yang terlalu terbebani. Untuk mengatasi persoalan ini, maka perlu etika dan dasar komunikasi efektif dalam menjalankan pendidikan secara daring ini. Semoga pandemik Covid-19 bisa secepatnya berlalu sehingga para anak sekolah dan mahasiswa bisa leluasa melakukan belajar mengajar melalui tatap muka tanpa harus melaksanakan belajar mengajar melalui daring dan bisa kembali bertemu bersama teman-teman tanpa ada batasannya. 

Postingan populer dari blog ini

Jurnalistik Online

Skill jurnalisme